Jumat, 31 Januari 2014

dokter kurniandiko


Posted by: hagemman | September 18, 2009

KERINGAT DINGIN BISA BAWA KEMATIAN

keringat dingin 01If the heart trembles, has litle power and sinks, the disease is advanced and death is near. “ Ebers papyrus, 1500 SM. Urip Achamad Rijanto ayau yang dikenal dengan nama Mbah Surip, pelantun lagu Tak Gendong yang fenomenal, meninggal dunia mendadak.
Seminggu sebelumnya, Mbah Surip telah mengeluh sesak napas, tetapi padatnya jadwal acara membuat keluhan tersebut terabaikan. Sehari sebelum kematian, seniman berambut gimbal itu merasa sudah begitu lelah sehingga ia mengungsi ke rumah pelawak Srimulat, Mamik Prakoso.
Di kediaman Mamik, Mbah Surip tampak pucat, lemas, bahkan sempat pingsan sehari sebelum meregang nyawa. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit, tetapi dalam perjalanan, nyawa Mbah Surip yang berusia 52 tahun itu tak tertolong lagi. Penyebab kematian si Mbah yang gemar merokok dan menyeruput kopi itu diduga adalah serangan jantung.
Serangan jantung
Serangan jantung yang dalam teminologi medis disebuat sebagai infark miokard akut (IMA) memang kerao dituding sebagai penyebab kematian mendadak. Hal ini bisa dimengerti karena sepertiga penderita serangan jantung meninggal sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Serangan jantung terjadi karena adanya sumbatan gumpalan darah di pembuluh koroner.
keringat dingin bisa bawa kematianPembuluh koroner adalah pembuluh yang meperdarahi otot jantung. Melalui pembuluh inilah, jantung mendapat oksigen dan nutrisi sehingga otot-otot jantung dapat berkontraksi terus-menerus sepanjang hari tanpa henti.
Pembuluh koroner normal memiliki dinding dalam yang mulus. Pada koroner yang tidak sehat, lapisan dinding dalam pembuluh darah itu mengeras dan menebal karena adanya kerak-kerak (ateroklerosis). Kerak-kerak itu berintikan kolesterol dan berbagai sel, termasuk sel-sel radang.
Kebanyakan serangan jatuh terjadi manakala kerak-kerak itu retak atau pecaj, lalu kerak tersebut memicu keping-keping darah (platelet) untuk menempel dan bergerombol membentuk gumpalan darah yang berpotensi menyumbat liang koroner.
Keluhan serangan
Keluhan serangan jantung tidak selalu seperti yang kita saksikan di layar sinetron saat aktor berakting memegang dada kiri sambil mata mendelik dan membungkukkan badan lalu tersungkur ke lantai.
Terdapat berbagai ragam keluhan serangan jantung. Pada umumnya, penderita serangan jantung mengeluhkan dada seperti tertekan benda berat disertai rasa kebas yang menjalar ke bagian lengan.
Kadang penjalaran rasa sakit ke punggung dan rahang. Ada pula yang mengeluh leher seperti tercekik. Pada sebagian penderita, keluhan itu tidak khas, yaitu rasa tidak enak di ulu hati, sehingga disangka penyakit lambung. Manifestasi serangan jantung pada orang lanjut usia malah sering tidak jelas, seperti badan lemas disertai pandangan kabur, bahkan pingsan.
Keluhan serangan jantung biasanya disertai keringat dingin, rasa mual, bahkan hingga muntah. Keluhan demikian ini kadang disalahartikan sebagai masuk angin sehingga penderita bukannya segera dibawa ke rumah sakit malah dikerok – akibatnya pertolongan yang semestinya diberikan segera menjadi terlambat.
Serangan jantung dapat mengenai mereka yang sebelumnya dikenal sebagai penderita penyakit jantung koroner, tetapi dapat pula terjadi pada mereka yang tidak diketahui menderita penyakit jantung sebelumnya.
Penderita dengan pola hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, rentan mengalami serangan jantung.
Penderita kencing manis, hipertensi, hiperkolesterol, dan adanya riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan mereka yang tak punya faktor-faktor risiko tersebut. Pada mereka dengan faktor risiko yang lebih banyak, risiko serangan jantung semakin meningkat.
Gangguan irama ganas
Kematian akibat serangan jantung bisa karena serangan masif yang membuat jantung gagal memompa dengan baik. Serangan masif terjadi bila sumbatan mengenai pangkal pembuluh koroner utama. Biasanya penderita serangan seperti ini mengeluh sesak napas berat.
Penyebab tersering kematian mendadak penderita serangan jantung adalah gangguan irama ganas yang disebut ventrikel fibrilasi. Irama jantung yang kacau ini membuat jantung hanya bisa bergetar hingga 300 kali per menit, tetapi tidak mampu berkontraksi.
Hipotesis terkuat menyebutkan, kekacauan rama ini disebabkan arus bolak-balik (reentry) pada area jantung dengan inhomogenitas elektrik lantaran suplai oksigen yang terganggu.
Bila tak segera diatasi, gangguan irama demikian ini dapat menyetop kerja jantung sehingga pasokan darah ke seluruh tubuh, termasuk otak, akan terhenti. Beberapa saat sebelum mengalami kematian, penderita dengan irama fatal ini biasanya mengalami pingsan kemudian kejang diikuti henti napas dan henti jantung.
Kematian otak dan kematian permanen dapat terjadi hanya dalam waktu 4 hingga 6 menit setelah henti jantunhg. Begitu cepatnya serangan fatal sehingga penderita tidak sempat dibawa ke rumah sakit lantaran meregang nyawa di tempat kejadian atau saat dalam perjalanan.
Pertolongan tepat
Gangguan irama ini berpeluang dinormalkan kembali bila dalam hitungan menit dilakukan kejut jantung (defibrilasi). Alat kejut jantung yang ditempelkan di dada ini akan mengalirkan energi listrik yang berfungsi me-reset irama jantung. Setiap menit keterlambatan pertolongan, kesempatan korban selamat turun 10 persen.
Pertolongan akan sia-sia bila dilakukan lebih dari 10 menit pascakejadian.
Di negara-negara maju, alat kejut jantung mudah dijumpai di berbagai sudut keramaian publik, seperti di bandara udara, stasiun kereta, terminal bus, hingga mal-mal. Alat kejut jantung otomatis ini mudah digunakan oleh orang awam sekalipun.
Penderita dengan keluhan yang mengarah serangan jantung semestinya segera dibawa ke rumah sakit. Aliran darah koroner yang tersumbat harus dialirkan kembali (reperfusi), baik melalui obat penghancur gumpalan darah (thrombolitik) maupun segera dilakukan tindakan intervensi koroner dengan balonisasi disertai pemasangan stent (primary percutaneous coronary intervention).
Tindakan reperfusi ini dapat menurunkan risiko kematian dan gagal jantung serta mengurangi kejadian irama fatal yang menyertai serangan jantung.
Bila kematian Mbah Surip memang dikarenakan serangan jantung, sangat disayangkan bahwa keluhan awal yang dirasakan dalam satu minggu itu atau paling tidak sehari sebelumnya tidak sempat mendapatkan pertolongan medis yang tepat sehingga nywa seniman nyentrik itu tak tertolong … Selamat “tidur” Mbah Surip …
Sumber  :
Keringat Dingin Bisa Bawa Kematian, Dr A Fauzi Yahya, SPJP | Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah RSUP Dr Hasan Sadikin / FK Universitas Padjadjaran Bandung
Kompas, 06.08.2009
Grafik : Gunawan | Foto : gettyimages.com

Responses

  1. Tambahan Info:
    Ada terapi kedokteran yang disebut Terapi khelasi guna pengobatan penyakit jantung koroner. Sembuh, tanpa operasi.
    Komentar Dr. H. Soesilo Wibowo, Sp. Jantung, pada halaman 108 dan 109 di buku berjudul “Pengalamanku berhasil dengan pengobatan alternatif” dari Penerbit Majalah Nirmala, Jakarta, tahun 2001 :
    “Kelebihan (terapi) khelasi dibandingkan dengan operasi, balon, dsb, (adalah) lebih murah karena tanpa operasi. Bahayanya hampir tidak ada bila ditangani dengan betul, baik dari dosis, waktu, maupun cara pemberiannya dan tidak boleh diberikan cepat-cepat.”
    Semoga bermanfaat, salam.
    dr Anis Sundari
    Blog : http://dokteranissundari.wordpress.com
    Twitter : http://www.twitter.com/dokteranis


Leave a Reply

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

paranormal kurniandiko


 
  medikaholistik
Data :
Judul Penulis Isi
Tanaman :
Nama Kegunaan Nama Lokal
Konsultasi Kesehatan GratisInformasi Klinik AlternatifArtikel Kesehatan
medikaholistik

Share facebook

last update : 16 August 2010
Pingsan berulang, apa penyebab?
Dr. Yuda Turana, SpS

Santi (nama ilustrasi ) , diceritakan oleh orang tuanya sering mengalami pingsan. Dalam sebulan ini saja ada kejadian 3 kali pingsan. Lama pingsan kurang lebih 5 menit, dan setelah pingsan pasien sadar. Bersyukur saat kejadian pingsan, ada selalu teman di sampingnya, sehingga tidak mengalami benturan kepala. Sebelum pingsan dikatakan mata rasanya gelap dan keluar keringat dingin. Di luar kejadian pingsan tadi , kondisi Santi sehat dan tidak mengeluh apapun.

Pingsan merupakan permasalahan yang cukup sering terjadi. Dalam istilah  medis pingsan termasuk dalam periodic unconciousness artinya kesadaran menurun yang periodik. Seseorang tidak sadar secara berulang dapat disebabkan oleh beberapa hal: seperti kurangnya perfusi ke otak, misalnya karena tekanan darah rendah, atau berdiri terlalu lama di tempat panas ( misalnya: upacara bendera) , atau karena kelainan jantung, seperti detak jantung yang tidak beraturan.

Pingsan mendadak dapat juga disebabkan oleh gangguan listrik di otak. Adanya listrik ' konslet' dapat menyebabkan juga pasien tidak sadar. Semakin jelas penyebab masalah gangguan listrik di otak bila sebelum pingsan biasanya pasien ' sudah merasa' mau pingsan atau ada suatu perasaan yang'beda'. Karena ganggua listrik dapat ditandai dengan adanya suatu gerakan-gerakan / kejang ( namun bisa juga tidak).

Suatu keadaan hipoglikemia sesaat atau misalnya lupa sarapan dan kemudian ada kegiatan berlebih, sehingga otak kekurangan gula, dapat pula menyebabkan suatu kesadaran yang menurun.

Penyebab lain yang juga sering dan tidak boleh diremehkan adalah : masalah psikis, bila pingsan terjadi setelah suatu keadaan emosional, hati-hati masalah psikis sebabnya. Misalnya saja , ada pasien yang pingsan setelah ribut dengan pacarnya atau pingsan setelah dimarahi oleh gurunya. Seringkali pingsan karena psikis terjadi pada wanita usia muda.

Jadi saat menghadapi kasus seperti ilustrasi di atas, harus diyakinkan dahulu apa penyebab pingsannya apakah masalah fisik atau justru psikis. Sudah barang tentu pendekatannya sangat berbeda.


Dr. Yuda Turana, SpS / RS Pantai Indah Kapuk 


medikaholistik
saya pregita, 19thn. belakangan ini saya sering sakit kepala. Kepala sangat bera...(pregita)
medikaholistik
saya mengalami gangguan haid yg tdk teratur. kalo saya minum obat hormon haid, j...(rahmawati)
medikaholistik
salam sejahtera,saya han,udah 3bulan ini leher saya terasa kaku,gak bisa lirik k...(han)
medikaholistik
saya usia 50 th, belum menikah, LED 22, LDL 41, CKOLESTEROL 216. HIMOGLOBIN 14,5...(nurswastuti)
medikaholistik
saya sudah sering mencoba berbagai product untuk menurunkan berat badan seperti ...(sri kurnia)
medikaholistik
Konsultasi lainnya
Total Konsultasi : 6433  record

medikaholistik
Informasi :
Informasi Medika
info@medikaholistik.com
medikaholistik
Dukungan Teknis :
Web Development
webmaster@medikaholistik.com
 
medikaholistik
Komputer Akt!f
Golden Web Awards
Master Web Indonesia
Komputer Akt!f
Komputer Akt!f

 

Copyright © 2001 - 2014 . www.medikaholistik.com . Powered by Rhino Technology
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi tulisan ini
dalam bentuk media apapun tanpa izin tertulis dari www.medikaholistik.com

obat kurniandiko


Kamis, 07 Maret 2013
Awas, Mendadak Pingsan!
Awas, Mendadak Pingsan!
Artikel Terkait :
Girls, mungkin kita pernah melihat teman yang mendadak pingsan saat berolahraga, mengikuti upacara, atau kegiatan Pramuka. Kenapa ya, bisa  mendadak pingsan?
Pingsan atau sinkop adalah kondisi hilangnya kesadaran yang mendadak dan biasanya berlangsung singkat. Hal itu terjadi karena aliran darah yang membawa oksigen ke otak berkurang.
Penyebab pingsan bermacam-macam, antara lain tidak sarapan, menurunnya tekanan darah, aktivitas fisik yang berat, pendarahan hebat, berdiri lama saat cuaca panas, atau karena adanya gangguan pada jantung kita. Selain itu, berkurangnya sel darah merah (anemia) dan kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia), juga bisa menjadi penyebab pingsan.
Gejala yang sering dirasakan sebelum pingsan, biasanya adalah tubuh gemetar, jantung berdebar, kepala pusing, mata berkunang-kunang, serta keluar keringat dingin. Beberapa saat kemudian, tubuh pun terasa lemas dan kesadaran menurun. Pada saat itu, wajah pun akan terlihat pucat.
Agar tidak pingsan
Nah, kalau suatu saat jantung kita berdebar, mata berkunang-kunang dan gelap, segeralah kita gerakkan tungkai atau kaki sambil batuk-batuk kecil. Bila belum pulih dan malah keluar keringat dingin serta kepala terasa melayang, langsung saja kita duduk sambil mencondongkan kepala ke depan dan meletakkannya di antara kedua lutut. Atau, bisa juga kita berbaring dengan tungkai dinaikkan agar posisinya lebih tinggi dari kepala. Cara ini dapat meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga  dalam waktu singkat akan pulih kembali.
Menolong orang pingsan  
Bila di sekitar kita ada orang yang pingsan, sebaiknya segera lakukan langkah-langkah berikut ini :
  • Longgarkan pakaian di sekitar leher maupun perut, agar pernafasan dan aliran darah menjadi lancar
  • Ubah posisi kaki menjadi lebih tinggi dari kepala
  • Hindarkan penderita dari kerumunan orang, agar mendapat cukup udara segar untuk bernafas
  • Kompres keningnya dengan air dingin (kompres dingin) atau beri bau-bauan yang menyengat (misalnya minyak kayu putih) di depan hidungnya
  • Kalau penderita sudah sadar, sebaiknya baringkan di tempat sejuk dan tenang selama kurang lebih 10 - 15 menit
  • Beri minuman hangat dan manis (teh manis hangat)
  • Bila penderita tak kunjung sadar, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit agar mendapat pertolongan dari dokter.
Teks: Tina /GIRLS    Ilustrasi : Hanif/GIRLS
Copyright © Girls, All Rights Reserved 2012.
logoKG