Setelah
memuaskan diri mengonsumsi makanan lezat tetapi berlemak dan
menggemukkan di hari lebaran. Kini saatnya kembali memperhatikan tubuh.
Kali ini fokus kita adalah daerah perut.
Abdomen atau daerah
perut adalah salah satu area yang sangat penting dalam anatomi tubuh.
Perut yang kuat bukan hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga performa
fisik kita.
Ada beberapa fungsi otot abdominal, tetapi yang
paling utama adalah melindungi organ-organ tubuh di perut dan untuk
menstabilkan tubuh. Seorang bayi bisa mulai duduk, merangkak, kemudian
berjalan setelah otot abdominalnya lebih terintegrasi dan kuat. Begitu
juga dalam pose yoga, otot perut yang kuat membantu dalam pose-pose yang
membutuhkan keseimbangan.
Otot perut yang kuat bukan berarti
otot harus rata dan keras, bahkan berbentuk "six packs" seperti model
atau aktor Hollywood. Sebaliknya, otot perut yang terlalu kuat membuat
proporsi tubuh tidak seimbang, sehingga bagian punggung tertarik dan
menjadi bungkuk dan tidak lentur.
Seseorang bisa mempunyai perut
yang bulat, tetapi otot perutnya kuat, sehingga punggungnya kuat dan
keseimbangannya prima. Untuk itu, dalam latihan di edisi ini, kami
gabungkan pose penguatan otot perut dengan gerakan yang berfungsi
menguatkan punggung bawah dan membuka dada.
Otot abdomen terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah Rectus Abdominis,
yang merupakan kelompok otot paling luar. Rangkaian otot ini dimulai
dari tulang kemaluan dan berakhir di bagian tulang dada dan tulang
rusuk.
Karena bentuknya, otot ini sering disebut six packs. Otot ini berfungsi antara lain menstabilkan daerah pelvis dan tulang rusuk.
Dua kelompok otot perut lainnya adalah Obliques, sepasang otot yang saling silang di bagian samping perut kita, dan Transversus Abdominis,
yang merupakan otot yang paling dalam. Penggunaan otot abdomen yang
benar membantu mencegah sakit punggung dan membuat perut kuat.
Sebelum berlatih pose yoga di bawah ini, sebaiknya lakukan beberapa gerakan pemanasan seperti Surya Namaskara (sun salutation), Adhomuka Svanasana (downward facing dog), dan beberapa standing poses atau pose berdiri seperti Warrior (Virabhadrasana 1 dan 2), Trikonasana, dan Parsvakonasana.
Ada baiknya juga melakukan beberapa pose untuk membuka daerah panggul secara perlahan, seperti lunge (pose pemanasan pelari), dan Baddha Konasana (pose kupu kupu). Pemanasan untuk daerah tulang punggung atau spine yang juga baik adalah cat and cow.
Untuk
pose ini, letakkan tangan dan lutut di lantai dengan jarak tangan
sebahu dan jarak lutut sepunggung. Saat menarik napas, turunkan punggung
ke arah lantai, buka dada dan kepala mendongak ke atas.
Saat
buang napas, bawa punggung ke arah atas (buat punggung jadi bulat),
kempiskan dada dan bawa dagu masuk. Lakukan gerakan ini paling tidak
lima kali dengan napas yang dalam.
Untuk pose-pose di bawah ini,
tahan gerakan antara tiga sampai lima napas, dan istirahat sebentar
Sebelum melakukan gerakan berikutnya.
1. Forearm Plank (Upper push-up dengan lengan bawah)
Plank pose atau biasanya disebut upper push up
adalah gerakan yang paling efektif untuk menguatkan otot abdomen. Pose
ini bisa dilakukan dengan telapak tangan di lantai dan lengan lurus
(seperti push-up), atau dengan forearm atau lengan bawah di lantai.
Pastikan
tubuh kita membuat satu garis lurus dan jangan biarkan punggung jatuh
ke arah lantai. Untuk membuat otot perut agar kuat, tahan pinggang dan
panggul tetap di atas.
Tahan
di pose ini sekitar 3 sampai 5 napas yang dalam, lalu turunkan badan
dan berbaring telungkup. Istirahat beberapa napas sebelum memulai set
berikutnya. Lakukan 2 atau 3 set.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Leg Raise
Berbaring
di punggung dengan kaki berdekatan, letakkan lengan lurus di bawah
punggung, telapak tangan menghadap ke lantai. Fungsi lengan di bawah
punggung untuk menopang punggung kita agar mengurangi risiko cedera.
Tarik
napas, angkat kaki sampai 90 derajat. Usahakan kaki tetap lurus, tetapi
kalau ini terlalu susah, lutut bisa sedikit ditekuk. Buang napas,
turunkan kaki sampai beberapa sentimeter dari lantai. Lakukan lagi
sampai 5 atau 10 kali hitungan, lalu berbaring untuk istirahat sebentar.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Half Boat Pose
Berbaringlah
di punggung dengan kaki berdekatan. Angkat kedua kaki sampai sekitar 45
derajat dari lantai. Angkat badan hingga punggung lepas dari lantai,
dan kepala sejajar dengan jari kaki tingginya, angkat lengan di samping
dengan jari-jari ke arah kaki.
Tetap di sini dengan titik
keseimbangan di tulang duduk kita. Tahan 3 sampai 5 napas, lalu kembali
berbaring di lantai untuk istirahat sebelum memulai set baru. Lakukan 2
sampai 3 set.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
4. Locust Pose (Salabasana)
Pose
ini untuk menguatkan punggung bawah. Berbaringlah telungkup. Saat tarik
napas angkat kedua kaki dan angkat dada. Usahakan kaki tetap lurus,
lengan di samping tubuh dan buka daerah dada.
Tahan di sini selama paling tidak 3 sampai 5 napas sebelum turun kembali ke lantai dan istirahat. Lakukan 2 atau 3 set.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
5. Cobra Pose (Bhujangasana)
Berbaringlah
menelungkup dengan kaki merapat, kedua telapak tangan di samping dada,
jari-jari tangan di bawah bahu, dan wajah menempel di matras. Tarik
napas, perlahan angkat wajah, dada dan perut, telapak tangan menekan
lantai. Buka dada dan menengadah.
Tangan bisa diluruskan, tetapi
usahakan siku tidak terkunci dan pastikan bahu tidak terangkat. Tahan 3
sampai 5 napas. Buang napas, perlahan turunkan kembali tubuh. Lakukan 2
sampai 3 set. |
 |
Perlu KesabaranUntuk
mengecilkan dan mengencangkan pantat, Anda perlu berlatih secara
teratur. Tentu dibutuhkan kesabaran. Perlu waktu sekitar satu bulan bila
Anda mau tekun berolahraga dan menjaga agar berat badan tidak bertambah
lagi.
Latihan olahraga yang dianjurkan adalah latihan olahraga
kardio (aerobik), misalnya jalan, joging, jalan dan joging di treadmil,
bersepeda, dan sepeda stasioner. Lakukan salah satu latihan kardio
secara teratur, 3-4 kali dalam seminggu dan cukup takarannya (paling
sedikit 30-45 menit sekali berlatih).
Selain itu, agar otot-otot
pantat menjadi kencang, lakukan latihan beban seperti gambar di bawah
ini. Lakukan latihan ini 3 kali per minggu selama 30-45 menit. Gerakan
dapat berganti-ganti, supaya ada variasi dalam latihan. Setiap kali
latihan, lakukan 4-5 gerakan.
Cobalah, semoga Anda berhasil.
Gerakan 1Gerakan awal1.
Berdirilah dengan memegang barbel atau dua dumbel pada punggung bagian
atas. Kedua kaki terbuka selebar bahu. Kedua lutut sedikit dibengkokkan,
lalu turunkan badan bagian atas sampai hampir sejajar dengan lantai.
2. Berhenti sebentar, naikkan badan kembali ke posisi awal. Lakukan gerakan ini sebanyak delapan kali.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gerakan 2Squat membawa beban1.
Berdirilah tegak dengan membawa barbel atau dua buah dumbel pada
punggung bagian atas. Kedua kaki terbuka selebar bahu. Usahakan agar
punggung lurus dan kepala tegak.
2. Lakukan gerakan squat sampai
paha hampir sejajar dengan lantai. Istirahat sebentar, kemudian kembali
ke posisi awal. Lakukan gerakan ini sebanyak delapan kali.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gerakan 3Melangkah dengan beban1. Berdirilah tegak dengan membawa beban barbel atau dua buah dumber pada punggung atas dengan kedua kaki terbuka selebar bahu.
2.
Usahakan agar punggung tetap lurus dan kepala tegak. Melangkahlah ke
depan dengan kaki kanan. Turunkan badan sampai paha hampir sejajar
dengan lantai. Berhenti sebentar, kemudian kembali ke posisi awal.
Gerakan berikutnya, melangkah dengan kaki kiri. Lakukan gerakan ini
sebanyak delapan kali pada setiap kaki.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gerakan 4Mengangkat kaki ke samping1. Bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki, punggung lurus dan kepala sejajar lantai.
2.
Angkat ke atas kaki kiri yang dibengkokkan ke samping. Berheritilah
sebentar, lalu turunkan dan kemudian gerakkan dengan kaki kanan. Lakukan
ulangan gerakan ini sebanyak delapan kali pada setiap kaki.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gerakan 5Rentangkan kaki ke belakang1. Bertumpulah pada kedua lutut dan kedua tangan. Punggung dalam posisi lurus dan kepala sejajar dengan lantai.
2.
Naikkan dan rentangkan kaki kanan ke belakarrg. Berhentilah sejenak,
kemudian kembafi ke posisi awal. Kemudian, naikkan dan rentangkan kaki
kiri ke belakang. Lakukan delapan kali gerakan untuk setiap kaki.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gerakan 6Mengangkat pinggul1.
Tidurlah telentang dengan kedua kaki dibengkokkan. Telapak kaki
terletak datar di lantai dan kedua lengan berada di samping badan.
Telapak tangan menghadap ke bawah.
2. Naikkan pinggul sampai
badan bagian atas sebaris dengan paha. Berhenti sejenak, gerakkan pantat
untuk turun ke posisi awal. Lakukan gerakan ini delapan kali ulangan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gerakan 7Rentangkan kaki ke belakang1. Berdirilah menghadap dinding atau tiang. Peganglah dumbel dengan jarak sepanjang lengan.
2.
Gerakkan kaki kanan ke belakang, gerakkan juga pantat Anda. Berhenti
sejenak, kemudian kembali ke posisi awal dan lakukan gerakan ini dengan
kaki kiri. Lakukan gerakan ini dengan masing-masing kaki sebanyak
delapan kali.
Oleh:Dr. Sadoso Sumosardjuno Sp,KO.Spesialis Kedokteran Olahraga http://denti.multiply.com/journal